Xavi Jadi Kandidat Pelatih Maroko Menjelang Piala Dunia 2026

Bagikan

Nama Xavi Hernandez kembali mencuat di dunia sepak bola internasional. Mantan pelatih Barcelona dan legenda Spanyol ini disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menangani tim nasional Maroko menjelang Piala Dunia 2026. Rumor ini muncul di tengah ketidakpastian posisi Walid Regragui, yang kinerjanya mulai dipertanyakan setelah hasil mengecewakan di Piala Afrika.

Xavi Jadi Kandidat Pelatih Maroko Menjelang Piala Dunia 2026

Regragui sebelumnya menjadi pahlawan bagi Maroko setelah membawa tim mencapai semifinal Piala Dunia 2022. Mereka sukses mengalahkan Spanyol dan membuat sejarah bagi sepak bola Afrika. Namun, performa Maroko di turnamen kontinental terakhir membuat posisi pelatih goyah. Kegagalan menang di babak tambahan waktu melawan Senegal sebagai tuan rumah menimbulkan kritik tajam dari media dan suporter.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Xavi sendiri meninggalkan Barcelona pada 2024 setelah musim yang berat di Spanyol. Nama legenda Barcelona ini kemudian dikaitkan dengan berbagai tim nasional yang ingin memperkuat strategi taktis mereka. Meski begitu, negosiasi resmi dengan Maroko belum terjadi. Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko menegaskan bahwa Regragui masih memimpin tim, meski spekulasi pemecatannya terus berkembang di media.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Tantangan Besar yang Menanti Pelatih Baru

Mengambil alih tim nasional Maroko saat ini bukanlah tugas mudah. Xavi akan menghadapi tekanan tinggi, mengingat sejarah terbaru tim dan ekspektasi publik setelah kesuksesan di Piala Dunia 2022. Suasana panas dan kritik terhadap manajemen tim membuat posisi pelatih baru sangat menantang.

Selain tekanan internal, waktu menjadi faktor penting. Piala Dunia 2026 semakin dekat, dan membangun tim yang solid membutuhkan persiapan matang. Pemain-pemain kunci Maroko harus dibentuk menjadi satu kesatuan, serta taktik baru perlu diterapkan dengan cepat. Hal ini menjadi pertimbangan Xavi sebelum memutuskan untuk menerima tawaran, karena perubahan drastis di tengah waktu yang terbatas bisa berdampak negatif.

Selain itu, ada ekspektasi tinggi dari federasi dan suporter. Maroko ingin mempertahankan reputasi sebagai tim tangguh di level dunia. Pelatih baru harus mampu membawa keseimbangan antara strategi defensif dan serangan cepat, serta memanfaatkan talenta muda dan senior untuk meraih hasil maksimal. Ini membuat pekerjaan siapa pun yang mengambil alih menjadi penuh tantangan dan sorotan media.

Baca Juga: Benjamin Sesko di Manchester United: Tekanan Jadi Hak Istimewa Menuju Sukses

Xavi dan Keengganannya Saat Ini

Xavi Jadi Kandidat Pelatih Maroko Menjelang Piala Dunia 2026

Meski namanya disebut, Xavi kemungkinan besar tidak akan langsung menerima tawaran Maroko. Radio Catalunya melaporkan bahwa ia merasa waktu saat ini belum tepat. Suasana di sekitar tim nasional Maroko masih memanas, dan persiapan menuju Piala Dunia 2026 akan berlangsung singkat. Ia khawatir perubahan terlalu cepat akan mengganggu stabilitas tim.

Xavi sendiri lebih memandang ke depan. Ia diyakini lebih tertarik untuk merencanakan proyek jangka panjang, misalnya mempersiapkan tim menuju Piala Dunia 2030. Dengan pendekatan ini, ia memiliki waktu cukup untuk membangun strategi, memantau talenta, dan membentuk tim yang kompetitif. Pendekatan jangka panjang ini sejalan dengan filosofi Xavi yang menekankan penguasaan bola dan pengembangan pemain muda.

Selain itu, Xavi juga harus mempertimbangkan risiko reputasi. Mengambil alih tim nasional yang berada di bawah tekanan besar berpotensi menimbulkan risiko kegagalan. Dengan menunda keputusan, ia bisa fokus pada opsi yang lebih strategis dan mengurangi tekanan yang berlebihan sebelum mengambil keputusan penting.

Masa Depan Maroko di Piala Dunia 2026

Sementara itu, Maroko tetap menanti keputusan federasi dan masa depan Regragui. Posisi pelatih saat ini masih menjadi perhatian utama para penggemar dan media internasional. Keputusan tentang pengganti atau kelanjutan Regragui akan mempengaruhi persiapan tim untuk turnamen besar mendatang.

Federasi kemungkinan akan memilih pendekatan yang realistis, mempertimbangkan pengalaman pelatih, kemampuan membangun tim, dan kesiapan menghadapi tekanan besar. Meski Xavi menjadi nama populer, opsi lain juga bisa muncul, termasuk pelatih dengan pengalaman Afrika atau Eropa lainnya yang mampu menggabungkan taktik modern dengan adaptasi cepat.

Dengan pendekatan tepat, Maroko tetap bisa menjadi tim tangguh di Piala Dunia 2026. Tim nasional ini memiliki talenta, pengalaman, dan motivasi untuk menunjukkan prestasi tinggi. Terlepas dari siapa pelatihnya, kesiapan tim, dukungan federasi, dan konsistensi pemain akan menjadi kunci kesuksesan di turnamen mendatang. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballmarketing.tv.