Kylian Mbappe sebenarnya menjalani musim yang impresif bersama Real Madrid. Penyerang asal Prancis itu sudah mencetak 23 gol dari 23 pertandingan liga, sebuah catatan yang menunjukkan ketajamannya belum luntur. Ia langsung menjadi sosok penting di lini depan Los Blancos.

Namun, performa gemilang itu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Mbappe harus menghadapi kenyataan pahit karena waktu bermainnya mulai terbatas akibat cedera lutut yang terus mengganggu. Situasi ini membuatnya merasa bingung, terutama karena ia sedang berada dalam performa terbaik.
Masalah tersebut bermula saat Madrid kalah 0-2 dari Celta Vigo pada Desember lalu. Mbappe bermain penuh dalam laga itu, tetapi sejak saat itu kondisi lututnya tidak pernah benar-benar pulih. Cedera tersebut menjadi awal dari rangkaian absennya sang bintang.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Rekor Absen Terpanjang Sepanjang Karier
Cedera lutut Mbappe membuatnya harus melewatkan sejumlah laga penting, termasuk duel melawan Getafe CF. Bahkan ia juga tidak tampil saat Madrid menghadapi Manchester City di Liga Champions.
Absennya Mbappe musim ini ternyata melampaui rekor terburuknya sebelumnya. Pada musim 2019-20, ia pernah menepi selama 51 hari. Kini, total absennya sudah mencapai 53 hari akibat delapan cedera berbeda. Catatan ini menjadi rekor pribadi yang tidak diinginkan dalam karier profesionalnya.
Meski begitu, Madrid tetap mampu melangkah ke babak 16 besar Liga Champions setelah menyingkirkan Benfica dengan agregat 3-1. Gol dari Aurelien Tchouameni dan Vinicius Junior memastikan langkah mereka tetap terjaga meski tanpa kontribusi maksimal Mbappe.
Baca Juga: Benjamin Sesko di Manchester United: Tekanan Jadi Hak Istimewa Menuju Sukses
Dilema Operasi dan Piala Dunia

Di tengah situasi ini, Mbappe dihadapkan pada pilihan sulit. Ia enggan menjalani operasi karena khawatir akan mengganggu persiapannya menuju FIFA World Cup yang tinggal beberapa bulan lagi. Turnamen tersebut sangat penting baginya sebagai kapten tim nasional Prancis.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, juga berharap Mbappe berada dalam kondisi terbaik. Deschamps ingin mengakhiri masa kepelatihannya dengan prestasi manis, setelah sebelumnya membawa Prancis juara dunia 2018 dan hampir mengulanginya pada 2022.
Karena itu, Mbappe kini bekerja sama dengan tim medis klub untuk mencari solusi tanpa operasi. Ia ingin tetap bugar tanpa harus mengambil risiko besar yang bisa mengancam mimpinya tampil maksimal di panggung dunia.
Persaingan Ketat di Puncak La Liga
Di sisi lain, Madrid juga sedang terlibat persaingan ketat di papan atas La Liga. Kekalahan 1-2 dari Osasuna membuat mereka tertinggal dari FC Barcelona di klasemen sementara. Situasi ini semakin menekan tim ibu kota.
Barcelona berpeluang memperlebar jarak poin saat menghadapi Villarreal. Madrid tentu berharap bisa segera kembali ke jalur kemenangan agar tidak kehilangan momentum dalam perebutan gelar musim ini. Kondisi Mbappe menjadi faktor krusial dalam persaingan tersebut.
Jika sang bintang mampu pulih tepat waktu, peluang Madrid untuk bangkit akan semakin besar. Namun untuk saat ini, kebingungan dan kekhawatiran masih menyelimuti perjalanan musimnya. Buat kalian yang ingin mencari informasi tentang berita dan perkembangan sepak bola menarik lainnya, kalian bisa kunjungi di footballmarketing.tv.
